Showing posts with label Trully Rose 2nd Rose Trilogy. Show all posts
Showing posts with label Trully Rose 2nd Rose Trilogy. Show all posts

Saturday, 27 October 2012

Rose Trilogy

Hai, hai, pernah denger novel Fanfiction Westlife Rose Trilogy yang menceritakan Kian Egan dan sahabat kecilnya Keavy Collins (fiksi/rekaan) , kabar Gembira, untuk yang ingin memilikinya , sudah turun harga dari harga sebelumnya :


1. Lovely Rose 1st Rose Trilogy - 424 halaman, Rp. 65,000 (soft cover) , Rp. 70,000 (hard cover)

2. Trully Rose 2nd Rose Trilogy - 555 halaman , Rp. 80,000 (soft cover), Rp. 85,000 (hard cover)

3. Perfect Rose 3rd Rose Trilogy - 341 halaman, Rp. 60,000 (soft cover) , Rp 65,000 (hard cover) 


Satu Paket Trilogy Rose (3 Buku ) - Soft Cover = Rp. 185,000

Satu Paket Trilogy Rose (3 Buku ) - Hard Cover = Rp. 205,000 


Harga di atas belum termasuk ongkir ke alamat kota masing-masing .


Pengen tahun kelanjutan cerita Keavy dan Kee-an kaaaan.... ? hehehehee - miliki koleksinya * -_- mirip iklan di tipi .....

Jangan takut, tidak akan kehabisan .... :)

Yang berminat bisa dm ke aku, karena hanya beli langsung di aku, harganya bisa segitu ....hhehehehehe
 

Friday, 14 September 2012

Me and My Rose Trilogy With NULIS BUKU



Hai, aku Maria U.T , mungkin di dunia Westlifer Indonesia  aku sudah dikenal sebagai penulis novel Rose Trilogy  A Westlife Fanfiction, novel fanfiksi Westlife. Naskah yang sudah kubuat di tahun 2001-2004, dan itu adalah berkat bantuan nulisbuku.com yang mewujudkan cita-cita-ku untuk menerbit naskah novel Westlife yang sudah terpendam selama 8 tahun di computerku dan berjamur tak bermanfaat. Oke, mari kita kesampingkan boleh tidak-nya sebuah naskah fanfiksi itu diterbitkan atau tidak, dan izinkan saya bercerita bagaimana pertemuan saya dengan my situs ‘saviour’ nulisbuku.com, pewujud impian hidupku, dan telah membantuku menerbit empat novel saya dalam kurun 11 bulan.

 My Rose Trilogy Novel
 

Friday, 10 August 2012

Finnian John Samuel Francis Egan

The Picture of My baby Finnian


Born at  Sligo General Hospital  April 15th  2011





Grew as a cute Little Boy






 and as gorgeous as his father 

 

Friday, 29 June 2012

Cuplikan Trully Rose 2nd Rose Trilogy - Hal 41 - 48

25 February 2006

Semua keluargaku sudah berada di sini termasuk keluarganya Kee-an juga Gillian, dan Georgina yang datang langsung ke sini dari Dublin. Mereka menunggu di luar, sementara mama dan  Pat terus menemaniku.

dr. Emily Keaton kembali memeriksaku,

    “Ok, sudah 9,5, kita siap sekarang,” ucap Emily menandakan aku siap untuk segera melahirkan.
    “Nggak! Kee-an belum datang. Kita mesti tunggu dia,” tolakku langsung.
    “Ok. Aku harap anakmu juga bisa menunggu ayahnya datang,” sahutnya ringan.
    “Harus bisa. Aku nggak akan membiarkan dia keluar sebelum ayahnya datang!” sahutku sewot kemudian mengatur emosiku.
Emily hanya bisa tersenyum melihatku stres.
‘Ampun, Kee, cepetan dateng! Anakmu mau keluar, nih,’ aku memohon dengan sangat. ‘Kamu sudah janji, Kee, kamu sudah janji untuk ada di sini, untuk merekam proses kelahirannya’ Aku tercekat, ‘Ya, Tuhan, kameranya!’

Thursday, 28 June 2012

Cuplikan Trully Rose 2nd Rose Trilogy - Hal 17 - 21

Bulan Juli 2005



Malam ini aku tidur nyaman sekali, berada di pelukan Kee-an yang hangat. Itu cukup membuatku sedikit meregangkan otot-ototku yang kaku, dan kepalaku yang penuh dengan huruf-huruf perancis. Kuharap esok pagi mual dan pusingku hilang, jadi aku bisa kembali mencari bahan untuk ujian. ‘Ups, kata Kee-an, tidak boleh ada buku sama diktat besok.’

 Keesokan harinya keadaanku sudah agak lebih baik dan sesuai janji Kee-an, dia tidak pergi ke mana-mana, menemaniku, juga mengawasiku kalau-kalau aku pegang buku lagi.
Dia sangat memperhatikanku. Dia berusaha membuatku nyaman, dan santai dengan melayaniku.

Aku melihat Kee-an kebingungan setelah menerima telepon dari seseorang.
    “Simon. Dia mau ketemu aku sekarang,” ucap Kee-an ragu padaku. “Tapi aku nggak akan pergi sebelum kamu baikan.”
    “Kamu ngomong apa, sih, Kee? Itu Simon Cowell, produser kamu, kamu harus menemuinya. Aku nggak apa-apa. Jangan khawatirin aku. Jangan perlakukan aku kayak bayi, Kee.”
    “Tapi kamu memang bayiku,” sahutnya dan menciumku. 
    “Aku pengen kamu menemuinya.!” perintahku. “Aaa, nggak ada tapi,” potongku cepat, melihat Kee-an mau membatah.
Akhirnya Kee-an mengalah, “Ok, aku akan pergi. Tapi aku janji, aku akan pulang sebelum jam 7.”
    “Terserah. Sekarang pergi, Kee. Dia sudah menunggu kamu.”
    “Ok, love you.” Kemudian segera pergi menemui panggilan produsernya.

Setelah Kee-an pergi, rasa mualku datang lagi. Aku tidak tahan lagi, dan langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya lagi. Aku semakin kesal jadinya. ‘Apa aku akan datang bulan, sampai harus repot begini?’
‘Hey tanggal berapa sekarang? Kenapa aku belum datang bulan juga. Ini sudah hampir terlambat sebulan. Tapi aku pernah seperti ini sebelumnya; pusing, mual, terlambat ‘datang’…
‘Oh no, not again!’
Dengan sedikit panik aku mencari alat pengetes kehamilan di laci toilet yang sedikit tersembunyi, yang tanpa sepengetahuan Kee-an, aku membelinya banyak untuk jaga-jaga. 
Aku segera mengetes urinku (Ini bukan yang pertama kalinya).